Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH




Blog EntryAug 12, '10 11:27 PM
for everyone

Mukadimah :

 

Salam

Asalammualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Doa pembuka

 

“Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.
Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, tidak ada nabi setelah Dia.
Ya Allah, berikan sholawat, salam dan kebaikan atas nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.”

Ungkapan Syukur

 

Alhamdulillah atas rahmat Allah yang telah memberikan kita satu petunjuk jalan yang lurus yaitu: Jalan untuk kembali kepadaNya yang tidak akan menyesatkan manusia,selama manusia patuh dan tunduk,taat dan setia serta istiqomah didalam menjalani segala perintahNya,dan menjauhi segala laranganNya. Mengapa demikian sesungguhnya kita hadir disini atas petunjukNya selain itu kemauan kita telah membuka petunjuk tersebut masuk ke dalam jiwa, ibarat botol yang hendak diisi air gunung sesungguhnya airnya melimpah dan tidak kenal henti hanya tinggal tutup botol ini mau dibuka atau tidak. Semakin lebar dibuka maka semakin banyak air yang masuk.

Shalawat serta Salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W ,para keluarganya,para sahabatnya,dan kepada para pengikutnya yang senantiasa istiqamah menjalankan risalahNya hingga hari kiyamat.

Isi :

 

Suatu ketika Rasululloh SAW memberikan tiga buah nasehat kepada Abu Dzar dan Abu Abdurrahman

“Bertaqwalah kamu kepada Alloh dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscahya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji(HR.Tirmidzi)

Dari hadist tersebut dapat kita kelompokkan menjadi tiga pesan yaitu

1.Bertaqwa dimana saja

 

Definisi dari percakapan Umar bin Khatab dan Ubay Bin Ka’ab

Umar bertanya kepada Ubay bin Ka’ab“Apakah taqwa itu?” Lalu ia menjawab, “pernahkah kamu melalui jalan berduri?” “Ya”, jawab Umar.”Lalu apa yang kamu lakukan?”tanya Ubay.”Aku berhati-hati,waspada,dan penuh keseriusan” jawab Umar.”” Maka demikian pulalah ketaqwaan”jelas Ubay.

Suroh Ali imron 102:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”

Sama halnya dengan ramadhon kita adalah untuk menuju derajat ketaqwaan, oleh karena itu haruslah kita laksanakan dengan keseriusan, kehati-hatian, dan kewaspadaan.  Bagaimana itu, jauhilah segala sesuatu yang mendatangkan kesia-siaan contoh Ibu-ibu kalo lagi belanja sayur inpotainmen dah “eh gimana sih krisdayanti kok jadi gitu, atau wah ustad ini nih ditangkep ajah bener meresahkan, waduuuh” udah nggak ya buuuu??? Jangan sampe belanja 2 menit ngobrolnya 10 menit waah bias gak jadi ntar masakannya nah kalo Bapak-bapak biasanya pergi pagi pulang sore mencari nafkah dalam pikirannya “waduh tiket mahal bener yah gimana nanti mudik? Baju baru buat lebaran anak-anak gimana ya?” nah ini adalah ujian dalam menjalani peran sebagai kepala keluarga dimana suami harus bias menyaring bahwa rizki yang mengalir didalam daging dan segumpal darah anak istrinya adalah dari harta yang halal jangan sampai karena ujian kecil ini merusak seluruh ibadah dan ketaqwaan kepada Alloh SWT, kalo anak muda biasanya update status…..situs jejaring rame beneeerrr….sebenarnya sih gak papa akan tetapi perlu di jaga intensitas dan isi yang dilontarkan. hahahaha tapi mesti inget baca buku, menurut survey Negara berkembeng lebih banyak yang update status dari pada yang upload artikel daripada Negara maju waaahh bias berabe ntar… tapi masi mending dah dari pada yang bedua-duan pagi-pagi di pantai. Haduuu berat dah apa tuh namanya”Asmara Subuh”..

2.Kebaikan yang menghapus kesalahan

 

Dari kehati-hatian, kewaspadaan sejatinya manusia tidak terlepas dari kesalahan, kadang menyinggung orang, kadang merusak diri sendiri, kadang bahkan tanpa sengaja merusak orang lain. Dalam bersosialisasi dalam berkomunikasi pasti terkadang dapat mengeluarkan kata-kata yang menyinggung. Islam member solusi dalam masalah ini:

Rasululloh telah mengajarkan pada umatnya

1.Untuk dosa yang merugikan diri sendiri contoh tidak menjaga kesehatan, tidak berhati-hati dalam mencari nafkah,  nah ini diajarkan kita untuk bersedekah, contoh ketika kita sedang sakit agar segera sembuh penyakit kita maka kita bersedekah. Sabda rasul “sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api”. Selain itu sedekah juga mensucikan harta kita

2.Untuk dosa yang merugikan orang lain kita perlu meminta maaf, untuk beberapa orang kegiatan ini sangat menyulitkan, akan tetapi bersilaturahmi, saling memaafkan, dan salingmenasehati dalam kesabaran dan kebenaran adalah sunnah nabi Muhammad SAW.

3.Akhlaq terpuji

 

Akhlak terpuji adalah keharusan bagi setiap mukmin karena itulah cermin ketaatan dan cermin keimanan. Marilah kita ambil sebuah penelitian tentang akhlak buruk dalam hal ini adalah marah. Universitas Stanford pernah melakukan penelitian terhadap manusia dengan memasukan selang pernafasan kedalam hidung, Kemudian diminta bernafas seperti biasa, selang pernapasan tersebut ditusukan kedalam salju. Jika salju tidak berubah warna maka keadaan emosinya sedang stabil, jika salju berubah warna menjadi lebih putih berarti sedang merasa bersalah. Jika berubah menjadi ungu maka sedang dalam kondisi marah. Salju yang berubah menjadi ungu ini disuntikan ke dalam tubuh seekor tikus dalam tempo 1-2 menit tikus tersebut mati. Komposisi salju yang berwarna ungu tersebut telah diteliti. Oleh karena itu amarah dapat mempermudah seseorang terjangkit penyakit kanker. Dari pepatah cina mengatakan “Hati gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang”. Bahkan kantong juga.

Maka beruntunglah kita kaum muslimini, telah di brikan tauladan yang sempurna dan kita memiliki ibadah puasa di bulan romadhon ini selain menahan lapar, menahan haus, Manahan amarah dan mempercantik akhlak. Aminnnn, amin ya robbal alamin

 

Penutup

Wallohua’lam bish showab.

Waafwuminkum bilaifi fastabiqul khoirots

Wassalammualaikum.wr.wb

Kompilasi dari  kultum.wordpress.com; Barrul Ulum Serpong; kreativitas sendiri


Blog EntryAug 12, '10 11:17 PM
for everyone
 

Pria menikahi Dewi

 

 

TAIPEI, KOMPAS.com - A Taiwanese man out of luck in earthly love has married a goddess after she ordered him to do so in a dream, a report said Wednesday. The man, identified by his family name Lin, claimed the Lotus Fairy, a Taoist deity, started coming to him in his sleep after he went to her temple to seek her blessing following a series of failed relationships, said CTS TV.

The goddess soon instructed Lin to marry her, and to comply the 40-year-old held a “wedding ceremony” in which a young woman holding a statue of the goddess stood in for the bride, the report said. Lin signed a wedding certificate and presented a ring to the goddess in the ceremony at her temple, which was decorated with red banners, according to the report.

Since the wedding, Lin has moved the statue to his home in central Taiwan to worship her and claimed that his “wife” has protected him from both illnesses and accidents, it said.

TAIPE, Kompas.com – Lelaki Taiwan, jauh dari keberuntungan cinta di dunia, telah menikahi dewi, setelah wanita(dewi) tersebut memerintahkannya untuk melakukannya  di dalam mimpi, dilaporkan hari rab. Lelaki , diidentifikasi dengan nama keluarga Lin,menyatakan Peri Lotus, Dewa Tao mulai dating kedalam mimpinya setelah ia pergi ke kuil untuk mencari berkat setelah serangkaian kegagalan hubungan cinta, diberitakan CTS TV.

Dewi segera memerintahkan Lin untuk menikahinya, dan untuk memenuhi syarat 40 tahun mengadakan upacara pernikahan dimana seorang wanita muda memegang patung dewi berdiri sebagai calon mempelai wanita, menurut laporan itu, Lin menandatangani sertifikat pernikahan dan mempersembahkan cincin kepada dewi di dalam upacara di kuilnya,yang telah dihias spanduk merah, menurut laporan itu.

Sejak pernikahan, Lin telah memindahkan patung tersebut ke rumahnya di Taiwan tengah untuk beribadah kepadanya dan mengakui bahwa istrinya telah melindunginya dari penyakit dan musibah, menurutnya.

 

 

 



Social Services Minister Salim Segaf Al-Jufri said Wednesday that about 31.2 million or 13.33 percent of Indonesia's total population were classified in the poverty category.

“The number has fallen slightly from 32.5 million people recorded last year,” Salim said as quoted by the Antara news agency in Pesawaran regency, Lampung.

.He explained that in order to help alleviate poverty, there had been 19 institutions involved here, including the Social Services Ministry.

Low-income families are usually classified into three – those above, on and under the poverty line, he said. “Based on the calculation of the Central Statistics Agency, individuals classified as living in poverty are those with incomes reaching only Rp 7,000 [about 70 US cents] per day or Rp 200,000 per month,” he said.


Poverty alleviation uses three techniques: One through the provision of assistance to the disabled and senior citizens, two through the provision of funds for those aged between 15 and 55 to help increase income and third through guidance to low-income families to change their mindset about poverty, Salim said.

 

 “Under such guidance low-income people are briefed that poverty can be changed. Assistance given to people in this category is expected to enable them to improve their welfare,” he added.

Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri mengatakan bahwa sekitar 31,2 milyar atau 13,33% dari total penduduk Indonesia dikelompokan kedalam kategori miskin.

 “Jumlah ini turun sedikit dari angka 32,5 milyar jiwa yang tercatat tahun lalu”. Kata Salim seperti dikuti oleh kantor berita antara di Kabupaten Pesawara,Lampung

Ia menjelaskan bahwa untuk membantu mengurangi kemiskinan, telah ada 19 lembaga yang terlibat disini, termasuk Kementrian Sosial.

Keluarga berpenghasilan rendah biasa dikelompokan menjadi tiga yaitu yang diatas garis kemiskinan, miskin, dan dibawah garis kemiskinan. Ia mengatakan “Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik(BPS), dikategorikan sebagai individu yang hidup pada garis kemiskinan adalah mereka yang memperoleh penghasilan hanya Rp7.000,00 atau sekitar 70 sen US perhari atau 200 ribu rupiah perbulan”,katanya.

Pengurangan kemiskinan menggunakan 3( tiga) cara: Pertama melalui penyediaan bantuan untuk warga yang cacat dan warga jompo, kedua melalui penyediaan dana untuk mereka yang berumur 15 s.d 55 tahun untuk membantu meningkatkan penghasilan, dan yang ketiga melalui bimbingan terhadap keluarga berpenghasilan rendah untuk merubah pola berpikir tentang kemiskinan, kata Salim.

 “Kurangnya bimbingan kepada semacam orang-orang berpenghasikan rendah, menjelaskan bahwa kemiskinan dapat dirubah. Bantuan yang diberikan untuk orang-orang dalam kategori ini diharapkan dapat memungkinkan mereka menigkatkan kesejahteraan”, tambahnya.

 


Graft suspect Gayus Halomoan Tambunan admitted to receiving a total of US$500,000 from PT Kaltim Prima Coal to help the coal producer exempt taxes, a court heard.

“From PT KPC I received $500,000 or about Rp 5 billion,” Gayus told the court in his testimony at the trial of National Police investigator Adj. Comr. Sri Sumartini on Tuesday.

Gayus said he helped KPC evade tax obligations in 2000, 2001, 2002, 2003 and 2005 and received the money through middleman Alif Kuncoro.

Gayus added he the money from KPC, a company partly owned by the family of Golkar Party chairman Aburizal Bakrie, also went to his superior at the Directorate General of Taxation, Maruli Pandapotan Manurung.

Gayus has testified before detectives that Maruli was among tax officials allegedly orchestrating tax reports of companies under Bakrie Group. According to Gayus, Maruli had received $1.5 million from KPC.

As a junior tax official, Gayus amassed Rp 28 billion from helping companies settle tax disputes. He deposited the money in privately owned BCA and Panin Bank.

But when he came under police investigation for alleged embezzlement and money laundering, he said he lost at least $200,000. He gave his lawyer $20,000 as operational fund, $100,000 to avoid police detention, $35,000 to make the police reopen his frozen bank accounts and $45,000 to prevent the police from seizing his house in Kepala Gading, North Jakarta. Gayus paid the money to the police investigators through his attorney.

Gayus also said he spent a total of $500,000 to pay the police, prosecutors and judges.

The Tangerang District Court acquitted him from all charges earlier this year, ending his trial which saw state prosecutors seek a suspended jail term for him.

 

Tersangka Korupsi Gayus Halomon Tambunan mengakui telah menerima$500.000 atau senilai Rp4.475.000.000,00(Rp8950/$) dari PT.Kaltim Prima Coaluntuk membantu produsen batubara tersebut bebas dari pengadilan pajak.


“Dari PT KPC saya telah menerima $500.000 atau sekitar 5 milyar rupiah”, Ujar Gayus di pengadilan dalam kesaksiannyadi  depan penyelidik AjunKomisaris Sri Sumartini pada sidang investigasi kepolisian Republik Indonesia hari selasa.

 

Gayus mengatakan bahwa ia telah membantu PT KPC menghindari utang pajak di tahun 2000, 2001, 2002, 2003, dan 2005 serta telah menerima uang melalui perantara Alif Kuncoro.


Gayus menambahkan uangnya dari KPC, adalah perusahaan yang sebagiaan kepemilikannya dimiliki oleh anggota keluarga dari pemimpin partai Golkar Aburizal Bakrie, selain itu uang tersebut mengalir keatasannya di Direktorat Jendral Pajak, Maruli Pandapotan Manurung.

 

Gayus telahbersaksi sebelum tertlacak bahwa Maruli merupakan salah satu dari pejabat pajak yang diduga mendalangi laporan pajak dari perusahaan dibawah grup Bakrie. Masih oleh Gayus, Maruli telah menerima $1,5 Million(sekitar 1,5 trilliun rupiah) dari PT KPC.


Sebagai seorang pegawai pajak junior, Gayus mengumpulkan 28 milyar rupiah dari menolong sengketa pajak perusahaan. Ia menyimpan uang tersebut di dalam rekening pribadi di BCA dan Panin Bank.
Tetapi ketika ia berada didalam penyelidikan polisi untuk dugaan penggelapan dan pencucian uang, ia mengatakan telah kehilangan tidak kurang dari $200.000 atau sekitar 2 milayar rupiah. Ia memberikan $20.000(sekitar 200 juta rupiah)kepada pengacarasebagai biaya operasional, $100.000(sekitar 1milyar rupiah) untuk menghindari penahanan polisi, $35.000(sekitar 350 juta rupiah)untuk membuat polisi membuka kembali rekening bank yang telah dibekukan, dan $45.000(sekitar 450 juta rupiah)untuk mencegah polisi menyita rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Gayus telah membayar penyidik kepolisian melalui pengacaranya.

 

Gayus juga memngatakan ia telah menghabiskan $500.000(sekitar 5 milyar rupiah)untuk membayar polisi,jaksa, dan hakim


Pengadilan Negeri Tangerang telah membebaskannya dari segala tunttutan diawal tahun ini, untuk mengakhiri persidangan, jaksa memberikan penangguhan penahanan kepadanya

 

 




NoteJan 6, '10 4:26 AM
for everyone



NoteDec 18, '09 2:28 AM
for everyone


Link:www.eramuslim.com

Ada sebagian muslim bilamana selesai mengerjakan sholat lima waktu langsung meninggalkan tempat sholatnya lalu berdiri untuk segera kembali meneruskan kesibukan duniawinya. Mereka tidak menyempatkan diri untuk berhenti sejenak membaca wirid ataupun bacaan-bacaan yang sesungguhnya dianjurkan dan dicontohkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Padahal terdapat banyak variasi wirid yang dicontohkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam selepas beliau mengerjakan sholat lima waktu. Di antaranya:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Apabila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam selesai dan salam dari sholat beliau mengucapkan: ”Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya segala puji dan bagiNya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Kekayaan seseorang tidak berguna dari ancamanMu.” (HR Bukhary 3/348)

Setidaknya dari wirid di atas ada tiga poin penting yang mengandung pengokohan kembali iman seseorang. Pertama, ia mengokohkan pengesaannya akan Allah subhaanahu wa ta’aala. Ia memperbaharui tauhid-nya, keimanannya bahwa hanya ada satu ilah di jagat raya ini dan bahwa ilah tersebut tidak memiliki sekutu apapun bersamaNya.

Kedua, ia mengokohkan keyakinannya bahwa sesungguhnya rezeqi seseorang sepenuhnya telah ditakar dan ditentukan terlebih dahulu oleh Allah subhaanahu wa ta’aala. Sehingga pembaharuan keyakinan ini akan membuat dirinya tetap rajin namun tidak ngoyo dalam mengejar rezeqi di dunia.

Ketiga, ia bahkan membebaskan dirinya dari faham materialisme. Suatu faham yang menganggap bahwa banyak-sedikitnya materi menentukan mulia-hinanya seseorang. Padahal sekaya apapun seseorang, maka sesungguhnya kekayaannya itu tidak dapat membebaskan dirinya dari ancaman serta siksaan Allah subhaanahu wa ta’aala bilamana ia tidak memenuhi hak Allah untuk disembah dan diesakan. Allah subhaanahu wa ta’aala bukanlah seperti kebanyakan fihak di dunia fana ini yang dengan mudah bisa disuap.

Ada lagi jenis wirid yang biasa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam kerjakan sebagai berikut:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ يَوْمًا ثُمَّ قَالَ يَا مُعَاذُ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ لَهُ مُعَاذٌ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَنَا أُحِبُّكَ قَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى
ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Dari sahabat Mu’adz radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah menggandeng tangnnya dan bersabda: “Demi Allah, hai Mu’adz, sesungguhnya aku mencintaimu.” Lalu beliau bersabda: “Aku berwasiat kepadamu hai Mu’adz, jangan kau tinggalkan setiap selesai sholat ucapan: “Ya Allah, berilah pertolongan kepadaku untuk berdzikir menyebut namaMu, syukur kepadaMu dan ‘ibadah yang baik untukMu.”(HR Ahmad 45/96)

Orang yang rajin membaca wirid di atas selepas sholat lima waktu tentu akan menjadi seorang mu’min yang senantiasa rendah hati dan hanya bergantung kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Sebab betapapun banyaknya aktivitas dzikir, bersyukur dan ber-ibadahnya namun dengan penuh kesadaran ia terus memohon hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala untuk menjadikan dirinya selalu sanggup mengerjakan ketiga perkara mulia tersebut.

Bahkan ada jenis wirid yang menurut Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bila dikerjakan seorang muslim selepas sholat lima waktu akan menyebabkan dirinya terjamin memperoleh ampunan Allah subhaanahu wa ta’aala atas segenap dosanya betapapun banyaknya dosa yang ia miliki:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ (مسلم)

“Barangsiapa bertasbih kepada Allah tigapuluh tiga kali setiap selesai sholat lalu bertahmid kepada Allah tigapuluh tiga kali dan bertakbir kepada Allah tigapuluh tiga kali maka itu adalah sembilanpuluh sembilan lalu mengucapkan -sebagai penyempurna menjadi seratus- dengan “Tidak ada ilah selain Allah tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segenap kerajaan dan miliknya segenap puji-pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Berkuasa, ” niscaya dosa-dosanya diampuni meskipun seperti buih lautan.” (HR Muslim 3/262)

Tidak ada seorangpun manusia yang luput dari kesalahan dan dosa. Sehingga seorang muslim pastilah sangat berhajat akan ampunan Allah subhanaahu wa ta'aala agar dirinya selamat pada hari perhitungan kelak di akhirat.

Maka, saudaraku, sempatkanlah untuk membaca wirid-wird yang dianjurkan dan dicontohkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam selepas sholat lima waktu. Jangan menjadi hamba dunia yang menyangka bahwa jika sudah selesai sholat yang penting adalah segera kembali mengerjakan kesibukan duniawinya. Padahal apalah artinya segenap dunia yang dikejar dibandingkan dengan kebaikan yang dijanjikan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam jika kita mau saja mengisi waktu sejenak selepas sholat wajib harian kita.


Tipe Realis Bertekad senang memangku tanggung jawab dan menyambut tantangan. Mereka orang-orang yang stabil dan dapat diandalkan. Kontak dengan pihak luar sangat penting bagi mereka; mereka mudah berbaur dan sangat aktif. Mereka pengorganisir ulung dan sangat senang jika hal-hal dilakukan dengan benar serta tepat waktu; mereka dapat dengan cepat bereaksi tidak sabar jika orang lain tidak sesungguh-sungguh, seteratur, dan sepatuh mereka. Mereka lebih menyukai pekerjaan terstruktur yang menelurkan hasil nyata dengan cepat ketimbang proses abstrak yang membutuhkan waktu lama untuk mewujud. Tipe Realis Bertekad tidak keberatan dengan rutinitas selama itu mendorong efisiensi. Namun demikian, mereka sangat tidak menyukai kejadian-kejadian tak terduga dan tak tertebak yang mengacaukan rencana-rencana cermat mereka. Begitu mereka berkomitmen terhadap suatu alasan, mereka melakukannya dengan pengabdian dan bersedia berkorban cukup banyak deminya.

Tipe Realis Bertekad tidak menghindari konflik dan kritik namun menghadapinya dan mencari penyelesaian. Karena mereka memiliki mata yang tajam dalam mencari kesalahan dan kelemahan orang lain dan seringkali cepat melontarkan kritik, kadang-kadang mereka membuat orang lain tersinggung khususnya ketika sedang marah serta menarik kesimpulan terlalu cepat. Karena sifat adil mereka yang menonjol, mereka dengan cepat bersedia mengoreksi diri dan tidak pernah tersinggung jika seseorang bicara jujur kepada mereka. Anda tidak perlu mencari motif tersembunyi jika bersama mereka; Anda selalu tahu di mana posisi Anda. Tipe Realis Bertekad sering ditemukan di posisi pelaksana karena mereka mengkombinasikan komitmen, kompetensi, dan kemampuan untuk bersikap. Di waktu luang, mereka juga sering menerima tanggung jawab di perkumpulan atau lembaga lain.

Tradisi dianggap penting oleh Tipe Realis Bertekad. Mereka menghadiri tiap acara keluarga dan tidak pernah melupakan hari ulang tahun atau ulang tahun pernikahan. Keluarga dan teman sangat penting bagi mereka. Dengan sikap terbuka dan komunikatif mereka, mereka mudah mengenal orang dan memiliki lingkaran teman dan kenalan yang besar. Mereka tidak pernah berpura-pura, dan sebaliknya adalah teman-teman yang dapat diandalkan dan setia serta selalu siap kapan pun mereka dibutuhkan. Tipe Realis Bertekad menganggap hubungan mereka dengan sangat serius – mereka mendambakan pasangan seumur hidup. Dalam hubungan asmara, mereka mementingkan stabilitas dan kesetiaan dan di sini mereka juga bersedia mengutamakan kebersamaan yang harmonis. Tipe Realis Bertekad ahli mengatasi krisis atau masa-masa sulit dengan tenang; mereka tidak pernah terpikir untuk mengingkari janji yang sudah mereka lontarkan. Sebagai pasangan, Anda dapat selalu mengandalkan dukungan mereka.

Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini: ekstrovert, praktis, logis, penuh perencanaan, tegas, terstruktur, sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, percaya diri, suka mengritik, jujur, teratur, dapat diandalkan, terkendali, objektif, mampu berkonsentrasi, penuh tekad, bertujuan, tak tergoyahkan, komunikatif, patuh, sadar tradisi, stabil, mampu menangani konflik, berorientasi pada solusi, berorientasi pada hubungan, efisien, tidak sabar, hangat, berorientasi pada persaingan.

Blog EntryDec 1, '09 3:14 AM
for everyone

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.

”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.


”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

 

Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.

Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..

Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis..

Jalan Cinta Para Pejuang/Gairah/Sergapan Rasa Memiliki

by: Salim A. Fillah


NoteNov 25, '09 11:24 PM
for everyone

Blog EntryNov 25, '09 2:32 AM
for everyone
Seringnya diri ini teramat rindunya dengan orang yang disayanginya, namun sudahkah diri ini begitu merindukan kebersamaan dengan  Allah??
-merindukan untuk mengabdi kepada Allah seperti rindu kepada umi, ayah, dan semua orang yang disayangi.
-Rindu itu, seperti yang pernah digambarkan Yahya bin Mu?adz: ?Barangsiapa merasa senang dan damai berkhidmat kepada Allah, maka segala sesuatu pun akan senang berkhidmat kepadanya, dan barangsiapa tentram pandangannya (mata batinnya) karena Allah, maka tentram pula yang lainnya. Rindu diri ini ketika melihat orang seperti ini.?
Yang seperti ini tentu karena ia menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam hidupnya. Sudahkah sehat hati ini?
-saat menghadapkan diri ini kepada Allah dalam sholat. Pernahkah merasakan kenikmatan? dan kesejukan jiwa yang begitu suci dalam setiap sholat? sehingga menghilangkan segala gundah akan kenikmatan dunia yang serba semu.                 

Berbahagialah saudaraku dan doakanlah aku...........

waktu berlalu begitu singkat dan cepat,  tidak akan pernah kembali

Sudahkah waktu ini kuhargai?  Apakah hanya kesia-siaan?

                  Mutaba'ah amalan ku sudahkah? berkualitaskah......


Jadikan hati ini, hati para penduduk akherat. jangan kau biarkan hati ini sibuk dengan dunia yang fana ini...tolonglah ya Rabb........
 

Pages:12